Penelitian ini mengkaji kritik terhadap proses sekularisasi dalam sistem pendidikan melalui analisis filsafat pendidikan Islam menurut perspektif Fazlur Rahman. Menggunakan metode analisis filsafat, penelitian ini mengeksplorasi pemikiran Rahman tentang integrasi nilai-nilai spiritual dan rasional dalam pendidikan. Rahman memandang dikotomi antara pendidikan sekuler dan agama sebagai problem epistemologis yang menghambat pengembangan manusia holistik. Penelitian ini menganalisis konsep tawhid sebagai fondasi epistemologi pendidikan Islam yang menolak pemisahan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual. Temuan menunjukkan bahwa Rahman menawarkan paradigma pendidikan integratif yang mengatasi fragmentasi pengetahuan akibat sekularisasi. Pendidikan Islam menurut Rahman harus mampu menghasilkan individu yang memiliki kesadaran spiritual sekaligus kemampuan rasional-kritis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan tantangan modernitas.
Copyrights © 2025