Perilaku penyimpangan dan kenakalan remaja salah satunya adalah perilaku bullying. bullying adalah sebuah kegiatan atau perilaku agresif yang sengaja dilakukan oleh sekelompok orang atau seorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebuah penyalahgunaan kekuasaan atau kekuatan secara sistematik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengaruh lingkungan keluarga terhadap prilaku Cyberbullying. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan regresi maksudnya yaitu penelitian yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Hasil penelitian ini menjelaskan terkait Berdasarkan kerangka konseptual di atas dapat dilihat bahwa penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu variabel bebas (X1 dan X2) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas X1 adalah Lingkungan Keluarga dan X2 adalah Pengendalian Diri, sedangkan variabel bebas (Y) adalah Prilaku Cyberbullying.pengaruh lingkungan keluarga (X) terhadap prilaku cyberbullying (Y) memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0,001 < α 0,05 hal ini diperkuat juga oleh teori Kowalski, slameto, yang mengatakan cyberbullying terjadi adanya pengaruh cara memanfaatkan teknologi dan media sosial Dimana Pengaruh cyberbulying negatif sebesar 0,60 atau sebesar 67,9% hal ini disebabkan karena telah sesuainya. Disimpulkan bahwa ada beberapa siswa tersebut menunjukkan perilaku cyberbullying akibat dari lingkungan keluarga dan pengendalian diri yang kurang, dimana perilaku cyberbullying beberapasiswa menyerang orang tertentu seperti pencemaran nama baik dalam bentuk foto video dan media sosial lainnya. Adapun saran penulis berikan adalah bagi siswa yang melakukan cyberbullying agar lebih berhati hati karena dampak nya sangat bahaya bagi kesehatan mental seseorang
Copyrights © 2025