Penelitian ini membahas upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan meronce di PAUD IK Nurul Qur’an. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam aktivitas yang melibatkan keterampilan motorik halus, seperti memegang alat tulis, menggunting, dan meronce. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan meronce balok kayu dan manik-manik sebagai bentuk stimulasi yang menyenangkan dan edukatif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak yang diamati secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak secara bertahap pada setiap siklus. Pada siklus I, sebagian besar anak mulai mampu mengekspresikan diri dengan bantuan guru, sementara pada siklus II mayoritas anak sudah mampu meronce tanpa bantuan guru, dengan 13 dari 15 anak mencapai kriteria berkembang sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan meronce secara bertahap dan bervariasi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun serta meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif mereka dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025