Kemajuan pesat komunikasi digital telah membatasi transmisi fitur suprasegmental—seperti intonasi, tekanan, ritme, dan jeda—yang sangat penting dalam bahasa lisan untuk mengekspresikan emosi dan makna. Sebagai tanggapan, pengguna mengembangkan alternatif kreatif seperti emoji dan catatan suara. Studi ini meneliti bagaimana alat-alat ini berfungsi sebagai representasi atau pengganti isyarat suprasegmental dari perspektif fonologis. Berdasarkan analisis kualitatif pesan digital, temuan menunjukkan bahwa emoji secara visual menyampaikan nada atau penekanan emosional, sementara catatan suara mempertahankan pola bicara suprasegmental alami. Keduanya berfungsi untuk menjaga kejelasan dan ekspresi emosional dalam interaksi daring. Hasil ini menyoroti pentingnya memahami fungsi suprasegmental dalam literasi digital dan menunjukkan bahwa komunikasi digital mendapat manfaat dari strategi yang berakar pada kesadaran fonologis. Studi ini berkontribusi untuk memperluas bidang fonologi menjadi komunikasi modern, berbasis teks, dan terintegrasi suara.
Copyrights © 2025