Krisis moral yang terjadi di kalangan generasi muda, seperti lemahnya rasa tanggung jawab, rendahnya kedisiplinan, dan tingginya rasa malu yang menghambat partisipasi, menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi guru sebagai figur teladan, peran lingkungan pesantren dalam pembentukan karakter, serta pendekatan personal yang digunakan dalam memberikan nasihat kepada siswa yang mengalami hambatan moral. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada beberapa institusi pendidikan formal dan pesantren. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keteladanan guru dalam sikap dan perilaku memberikan pengaruh positif terhadap penguatan karakter siswa. Selain itu, lingkungan pesantren yang terstruktur dan sarat nilai religius terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab. Di samping itu, pendekatan personal yang dilakukan guru melalui pemberian nasihat secara langsung terbukti lebih diterima oleh siswa, khususnya dalam mengatasi rasa malu dan meningkatkan rasa percaya diri. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa strategi penguatan karakter siswa dalam menghadapi krisis moral generasi muda perlu didukung oleh keteladanan guru, lingkungan pendidikan yang mendukung, dan pendekatan interpersonal yang empatik.
Copyrights © 2025