Pengangguran menjadi isu struktural yang berkelanjutan di Indonesia, termasuk di kalangan lulusan pendidikan Islam. Keterbatasan pembiayaan pendidikan turut memperparah kualitas dan daya saing lulusan lembaga pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pengangguran di Indonesia masih bersifat umum dan belum menyasar lulusan pendidikan Islam secara spesifik. Sehingga artikel ini menawarkan strategi kebijakan integratif yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi literatur terkini, ditemukan bahwa pembiayaan pendidikan Islam belum optimal dalam menciptakan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja industri. Penulis merekomendasikan penguatan sinergi antarsektor, inovasi pembiayaan berbasis zakat dan wakaf produktif, serta integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum Islam.
Copyrights © 2025