Penentuan arah kiblat dalam pemakaman jenazah merupakan bagian penting dari tuntunan syariat Islam, namun dalam praktiknya seringkali terjadi kekeliruan, terutama di wilayah-wilayah yang masih memegang tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, metode, dan akurasi arah kiblat pada Makam Kuno Tolobali Kota Bima. Pendekatan yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta pengukuran dengan Mizwala dan rumus Spherical Trigonometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional yang digunakan masyarakat, seperti penggunaan silet, arah ombak, dan patokan arah makam para sultan, menghasilkan penyimpangan arah kiblat sebesar 27° 59' 16.6” dari arah yang seharusnya. Hal ini menandakan bahwa meskipun metode lokal mencerminkan kearifan budaya dan religiusitas, namun tidak memenuhi standar akurasi ilmiah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan literasi keagamaan masyarakat dalam pengelolaan pemakaman yang sesuai dengan tuntunan syariat melalui penerapan teknologi modern
Copyrights © 2025