Permasalahan kesejahteraan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya yang berstatus non-PNS, masih menjadi isu krusial dalam dunia pendidikan, termasuk di Kota Palembang. Ketidaksesuaian antara beban kerja dan kompensasi yang diterima berdampak langsung pada motivasi dan mutu profesionalisme guru. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palembang meluncurkan program peningkatan kompensasi bagi guru PAI sebagai upaya untuk memperkuat kualitas pendidikan agama di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), yang mencakup analisis kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan, dan dampaknya terhadap mutu guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara konteks sangat relevan dan berdampak positif terhadap semangat kerja guru, namun masih menghadapi kendala dalam hal validitas data, ketimpangan distribusi, keterbatasan pengawasan, dan minimnya keterkaitan antara kompensasi dengan pengembangan profesionalisme guru. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi kebijakan yang lebih sistematis, adil, dan partisipatif agar tujuan peningkatan mutu guru PAI benar-benar tercapai secara menyeluruh.
Copyrights © 2025