Artikel ini mengkaji makna kerinduan terhadap sosok guru dalam perspektif filsafat pendidikan, dengan menekankan pentingnya relasi edukatif yang otentik antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis hermeneutika filosofis untuk menafsirkan nilai-nilai relasional dalam praktik pendidikan. Relasi otentik dipahami sebagai kehadiran guru secara utuh spiritual, intelektual, dan emosional yang melampaui peran instruksional dan menjelma dalam bentuk kepekaan, keterbukaan, serta kepedulian. Kajian ini memanfaatkan pemikiran dari Paulo Freire, Nel Noddings, Parker Palmer, hingga Ki Hadjar Dewantara untuk memperkuat argumentasi tentang keaslian, kepedulian, dan pembebasan sebagai inti dari praktik pendidikan yang bermakna. Temuan konseptual menunjukkan bahwa guru yang dirindukan adalah mereka yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk ruang perjumpaan antarmanusia yang transformatif. Implikasinya, Pendidikan guru harus menekankan pembentukan keutuhan diri, dan paradigma pendidikan perlu bergerak dari pendekatan kognitif-instruksional menuju relasional-reflektif. Artikel ini merekomendasikan rekonstruksi wacana pedagogis agar pendidikan tidak terjebak dalam rutinitas teknokratis, melainkan menjadi praktik kemanusiaan yang membebaskan, menyentuh, dan menghidupkan.
Copyrights © 2025