Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Islam Wasathiyah dalam membentuk sikap toleransi antar umat beragama di SMP Pancasila Krian Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Partisipan meliputi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru PAI, dan siswa kelas VIII. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Pancasila menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw yang berpusat pada siswa (student-centered), mengintegrasikan nilai-nilai Islam Wasathiyah seperti moderasi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keragaman. Model ini diimplementasikan melalui tiga pendekatan: (1)intrakurikuler (diskusi kelompok dan proyek "Buku Saku Toleransi"), (2) kokurikuler(kunjungan ke rumah ibadah dan refleksi spiritual), dan (3) ekstrakurikuler (kegiatan Pramuka dan OSIS lintas agama). Dampak positif terlihat pada empat aspek: spiritual (peningkatan ketakwaan inklusif), intelektual(pola pikir kritis), moral (empati dan keadilan), serta sosial (lingkungan sekolah harmonis). Teori Vygotsky (sociocultural theory), Banks (pendidikan multikultural), dan Dewey (contextual learning) menjadi landasan teoretis yang memperkuat efektivitas model ini. Kesimpulan penelitian mengungkap bahwa model PAI berbasis Islam Wasathiyah efektif membentuk toleransi melalui pendekatan holistik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak jangka panjang model ini di masyarakat serta integrasi teknologi digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.
Copyrights © 2025