Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolahan yang berbasis boarding school yang berada di Cikarang. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran seorang kepemimpinan kepala keasramaan dan wali asrama dalam mencegah bullying di lingkungan Boarding School TBZ yang berada di Cikarang. Penulis menggunakan metode kualitatif. Tujuannya adalah untuk mempelajari lebih jauh tentang fenomena tersebut dengan cara melihat makna, persepsi, pengalaman, dan tujuan dari orang-orang yang diteliti. Teknik deskriptif digunakan untuk membicarakan tentang peristiwa atau kejadian tanpa menghalangi tujuan penelitian. Hasil peneletiannya menunjukkan bahwa kepala asrama dan wali asrama dapat membantu menghentikan dan mengendalikan Bullying. Di asrama boarding school, mereka mengikuti berbagai acara kemahasiswaan dan mengawasi perilaku keseharian para siswa sambil juga mengajar dan memimpin mereka. Simpulannya kepala asrama memiliki tujuh tugas yaitu pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, dan orang-orang yang memunculkan ide-ide baru. Penjaga asrama memiliki rencana untuk menghentikan Bullying yang mencakup sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan dan menangani Bullying di asrama
Copyrights © 2025