Artikel ini membahas hubungan antara konsep takwa dalam ajaran Islam dan ketenangan jiwa dalam kehidupan sehari-hari, dengan merujuk pada QS. An-Naba ayat 31. Kata "al-muttaqīn" dalam ayat tersebut diartikan sebagai orang-orang yang taat kepada Allah, menjaga diri dari dosa, dan hidup dengan landasan tauhid. Dalam kajian ini, digunakan pendekatan psikologi, khususnya teori well-being dari Martin Seligman, yang menyebut bahwa kesejahteraan psikologis terdiri dari lima unsur: emosi positif, keterlibatan, hubungan yang baik, makna hidup, dan pencapaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang yang bertakwa cenderung memiliki pengendalian diri yang baik, merasa lebih tenang karena dekat dengan Allah, dan mampu menghadapi tekanan hidup melalui doa, zikir, dan sikap tawakal. Mereka juga umumnya memiliki hubungan sosial yang sehat dan emosi yang stabil. Dengan demikian, takwa tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental dan ketenangan jiwa. Temuan ini penting untuk mendukung pengembangan pendekatan spiritual dalam menjaga kesehatan mental di masa kini.
Copyrights © 2025