Penelitian ini bertujuan untuk memahami regulasi emosi anak muda melalui pendekatan kualitatif fenomenologi serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana emosi anak-anak mengendalikan cinta tak berbalas. Di Desa Tuutu, Kecamatan Tondano Barat, tiga subjek berusia 20 tahun diobservasi dan diwawancarai secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknyamanan untuk berbicara tentang cinta dapat menyebabkan isolasi, sementara dukungan sosial dari teman-teman berperan penting dalam mengurangi rasa sakit emosional. Studi ini menekankan betapa pentingnya dukungan sosial dan proses refleksi untuk membantu anak muda mengatasi masalah emosional yang muncul dari cinta tak berbalas
Copyrights © 2025