Permasalahan utama bagi keluarga dengan orang tua tunggal adalah kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Masalah ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan jika tidak diatasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada orang tua tunggal di RW 08 Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan kriteria: memiliki kemampuan untuk diwawancarai, bersedia untuk diwawancarai, belum menikah lagi, dan masih serumah dengan anak. Dengan kriteria-kriteria tersebut, diperoleh sebanyak 35 responden dari total 79 orang populasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga single-parent yang dapat mempengaruhi kohesivitas dan adaptabilitas keluarga, dengan mengidentifikasi aspek-aspek pembuatan makna bersama, perkembangan makna, dan metakomunikasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pola komunikasi dalam keluarga single-parent di lokasi penelitian memiliki karakteristik yang beragam. Keluarga dengan pola komunikasi yang efektif cenderung menunjukkan kemampuan untuk berbagi makna secara terbuka, berkomunikasi dengan jelas, serta memberikan perhatian terhadap umpan balik dalam interaksi sehari-hari. Namun, beberapa keluarga masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu dan tekanan emosional, yang dapat mempengaruhi kualitas komunikasi mereka.
Copyrights © 2025