Raihan Firdaus Naufal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN KUANTITATIF PADA POLA KOMUNIKASI KELUARGA SINGLE-PARENT DI RW 08 KELURAHAN BALEENDAH, KECAMATAN BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG Gina Indah Permata Nastia; Muhammad Syaddad Fauzan; Raihan Firdaus Naufal; Iqbal Syaefulloh
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.85

Abstract

Permasalahan utama bagi keluarga dengan orang tua tunggal adalah kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Masalah ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan jika tidak diatasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada orang tua tunggal di RW 08 Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan kriteria: memiliki kemampuan untuk diwawancarai, bersedia untuk diwawancarai, belum menikah lagi, dan masih serumah dengan anak. Dengan kriteria-kriteria tersebut, diperoleh sebanyak 35 responden dari total 79 orang populasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga single-parent yang dapat mempengaruhi kohesivitas dan adaptabilitas keluarga, dengan mengidentifikasi aspek-aspek pembuatan makna bersama, perkembangan makna, dan metakomunikasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pola komunikasi dalam keluarga single-parent di lokasi penelitian memiliki karakteristik yang beragam. Keluarga dengan pola komunikasi yang efektif cenderung menunjukkan kemampuan untuk berbagi makna secara terbuka, berkomunikasi dengan jelas, serta memberikan perhatian terhadap umpan balik dalam interaksi sehari-hari. Namun, beberapa keluarga masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu dan tekanan emosional, yang dapat mempengaruhi kualitas komunikasi mereka.
Analisis Podcast Close The Door Tentang Pelanggaran Etika Episode Catheez Iqbal Syaefulloh; Elsa Melinda; Raden Arla Syamira Putri; Samuel Tulus Hati Karo Karo; Ahmad Alfha Risi; Raihan Firdaus Naufal
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.256

Abstract

The purpose of this research is to conduct an analysis of possible ethical violations contained in the episode "CRAZY KAYA GINI TURNS OME TV⁉️ - CATHEEZ - WHERE IS THE BOCIL OME TV!?" from the "Close the Door" podcast narrated by Catheez. This research uses a qualitative approach to identify and evaluate ethical aspects that appear in the conversations and narratives in the podcast. This research also integrates feminist discourse theory with Vand DJik which is divided into 3 structures, namely macro structure, super structure and micro structure to explore the influence of this episode on gender construction and social norms in the context of conversation. The results of the research identified several forms of ethical violations which were emphasized in the episode  including gender stereotyping, verbal harassment, as well as the use of derogatory language. With a feminist discourse perspective, this research also reveals the ways in which these episodes may strengthen or undermine gender norms in society. The results of this research provide important insights regarding the influence of podcasts on understanding ethics and social norms, taking into account gender and feminist perspectives. This research makes an important contribution to understanding the ethical issues that arise in the world of podcasts and also how feminist discourse theory can be applied to analyze the impact of audio media such as podcasts in the social and cultural realm.