Transformasi pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan guru sebagai agen utama perubahan, sehingga menuntut penguatan kompetensi pedagogik secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, supervisi klinis oleh kepala sekolah berperan penting sebagai strategi pembinaan profesional yang berfokus pada pengamatan langsung, umpan balik reflektif, dan kolaborasi dalam merancang pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar melalui metode kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian terkini. Hasil telaah menunjukkan bahwa supervisi klinis mampu memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan strategi belajar aktif, serta memanfaatkan asesmen formatif secara efektif. Supervisi yang dilakukan secara reflektif dan dialogis juga meningkatkan efikasi diri guru dan menciptakan budaya kolaboratif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, efektivitasnya seringkali terhambat oleh keterbatasan waktu, pendekatan birokratis, serta minimnya pelatihan kepala sekolah dalam aspek observasi instruksional. Oleh karena itu, disarankan agar kebijakan pendidikan memberi perhatian lebih pada penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai supervisor akademik. Supervisi klinis yang dijalankan secara konsisten, adaptif, dan berbasis kebutuhan nyata guru berpotensi menjadi katalisator dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025