Meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah mempercepat komodifikasi nilai-nilai budaya dan agama, termasuk hijab sebagai simbol religius dalam Islam. Penelitian ini mengkaji bagaimana endorsement hijab oleh selebritas non-hijabi di TikTok merekonstruksi makna hijab—dari simbol ekspresi keagamaan menjadi komoditas fesyen yang dikendalikan oleh dinamika pasar. Melalui analisis konten terhadap video TikTok dari Dinda Marsya | @sattka.basic, khususnya yang menampilkan influencer seperti Tissa Biani dan Syifa Hadju, ditemukan bahwa hijab semakin direpresentasikan sebagai elemen estetika yang terlepas dari nilai-nilai normatif Islam. Representasi ini mencerminkan mekanisme hiperrealitas sebagaimana dikemukakan dalam teori simulakra Jean Baudrillard, di mana simbol keagamaan direduksi menjadi citra konsumtif yang terpisah dari makna aslinya. Fenomena ini membawa implikasi penting bagi pendidikan Islam, terutama dalam mendorong kesadaran kritis generasi muda Muslim terhadap transformasi simbol keagamaan dalam ruang digital. Pendidikan Islam perlu merespons melalui strategi pedagogis yang tidak hanya menanamkan pemahaman normatif tentang hijab, tetapi juga membekali peserta didik dengan literasi media agar mampu menghadapi realitas yang dibentuk oleh budaya konsumsi dan algoritma media sosial.
Copyrights © 2025