Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang intens dan subjektif, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah komunikasi terapeutik, yang bertujuan memberikan kenyamanan emosional dan menurunkan kecemasan ibu bersalin. Tujuannya Mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap intensitas nyeri saat persalinan di RSUD Batara Siang Pangkep. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 ibu bersalin yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa komunikasi terapeutik diberikan selama proses persalinan. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri berat (56,3%) dan sangat berat (21,9%). Setelah komunikasi terapeutik, intensitas nyeri menurun secara signifikan dengan mayoritas responden mengalami nyeri sedang (65,6%) dan munculnya kategori nyeri ringan (3,1%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan. Komunikasi terapeutik terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri persalinan secara signifikan.
Copyrights © 2025