Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN USIA IBU DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEJADIAN POST PARTUM BLUES DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR Yuliandini, Astri; Suhartini, Suhartini; Ani, Ani; Ratnaeni, Ratnaeni
Pasapua Health Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Pasapua Health Journal
Publisher : STIKES Pasapua Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62412/phj.v5i2.101

Abstract

Post partum blues merupakan perasaan sedih yang dialami oleh ibu melahirkan, cenderung mengalami stres yang cukup besar karena keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas dalam proses adaptasi psikologis. Dukungan yang diberikan suami kepada ibu lebih dari pada sekedar memberikan perhatian secara fisik yang dekat dengan ibu, tetapi juga berbagai tindakan nyata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia ibu dan dukungan suami dengan kejadian postpartum blues. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Daya sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling yaitu pengambilan responden dengan membatasi kriteria yang ditetapkan dengan total sampel 30 responden, Instrumen penelitian yang digunakan yaitu memberikan lembar kuesioner berdasarkan variabel yang diteliti untuk mengetahui hubungan usia ibu dan dukungan suami dengan kejadian post partum blues.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil uji chy-square membuktikan adanya hubungan usia ibu dengan kejadian baby blues, Hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji statistic chi-square didapat signifikansi dari hubungan kedua variabel tersebut adalah p value = 0.000, dimana lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ᵅ = <0,05 maka ini berarti Ha diterima dan Ho tolak, maka ada hubungan usia ibu dengan kejadian baby blues di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar. Kata Kunci: Usia ibu dan dukungan suami, post partum blues
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI PUSKESMAS KOTA KABUPATEN BANTAENG Suhartini, Suhartini; Yuliandini, Astri; Ani, Ani
Pasapua Health Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Pasapua Health Journal
Publisher : STIKES Pasapua Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62412/phj.v5i2.103

Abstract

Introduction : Breast care during breastfeeding aims to keep the breasts always clean and easy for babies to suck. After each feeding, the breasts are immediately cleaned of splattered milk so as not to become a medium for bacteria to develop. For this reason, breast care prevents infections in the breast such as mastitis (mammary infection). Method: The research was conducted in November 2022 at the Bantaeng Regency City Health Center in 2022. This type of research is the Cross Sectional Study method. The population in this study is all postpartum mothers who are at the Bantaeng Regency City Health Center in 2022. The sample in this study was postpartum mothers who were at the Bantaeng Regency City Health Center in 2022 as many as 30 people using Purposive Sampling techniques. Results: The results showed that of the 30 people sampled, 20 people were well informed about breast care (66.7%) and 10 were less knowledgeable (33.3%). The results showed that of the 30 people used as samples, 19 people experienced smooth breastfeeding expenditure (63.3%) and 11 people (36.7%) who were not smooth. The results showed that there was a relationship between postpartum mothers' knowledge about breast care and smooth milk dispensing. Conclusion : It is expected for mothers to understand the techniques and how to do so that mothers can do according to their stages
Integrated Health Care for Sick Toddlers: A Community Approach to Improving Child Health Ghita, Dwi; Yuliandini, Astri; Nurhidaya, Nurhidaya
Journal of Evidence-Based Community Health Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Evidence-Based Community Health
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/adk13x25

Abstract

Toddlers as a vulnerable group, experience rapid physical growth and cognitive development. This process is influenced by various factors such as nutritional intake, stimulation and health monitoring which play a significant role in determining the quality of child development in the future. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers as companions for toddlers in their growth and development process. This activity was carried out in the working area of ​​the Binanga Health Center, Mamuju City, West Sulawesi. The method of the activity carried out was a 30-minute counseling session presented by 2 presenters on caring for sick toddlers. The activity was carried out on December 16, 2024 and was attended by 20 counseling participants. The results of this activity showed that mothers understood and were able to independently manage care for sick toddlers at home.
Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Ratnaeni, Ratnaeni; Amelia, Kiki; Hasliani, Andi; Rahmawati, Rahmawati; Yuliandini, Astri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.180

Abstract

Word Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini. Menurut WHO pada tahun 2019, diperkirakan kematian ibu sebanyak 303.000 jiwa atau sekitar 216/100.000 kelahiran hidup di seluruh dunia. Secara global prevalensi anemia pada ibu hamil sebanyak 41,8 persen. Menurut WHO prevalensi anemia pada wanita di Indonesia yaitu sebanyak 23,9 persen, yang terbagi dari prevalensi anemia pada wanita umur 5- 14 tahun sebanyak 26,4 persen dan umur 15-25 tahun sebanyak 18,4 persen. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi zat besi. Anemia defesiensi zat besi yang banyak dialami ibu hamil di sebabkan oleh kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe yang tidak baik ataupun cara mengkonsumsi yang salah. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan komsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Desain penelitian pre eksperimen dengan one group Pretest- posttest desaign. Pengumpulan data menggunanak lembar observasi. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive samping dengan jumlah sampel sebanyak 24 ibu nifas. Tekhnik Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai p value = 0.000< 0,05 maka dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian Pendidikan Kesehatan terhadap kepatuhan komsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Puskesmas Madising Na Mario Kota Parepare. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap kepatuhan komsumsi tablet Fe pada ibu hamil di PKM Madising Na Mario Kota Parepare.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik dengan Intensitas Nyeri Saat Persalinan Ani, Ani; Yuliandini, Astri; Saleh, Sitti Nurul Hikma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6669

Abstract

Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang intens dan subjektif, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah komunikasi terapeutik, yang bertujuan memberikan kenyamanan emosional dan menurunkan kecemasan ibu bersalin. Tujuannya Mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap intensitas nyeri saat persalinan di RSUD Batara Siang Pangkep. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 ibu bersalin yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa komunikasi terapeutik diberikan selama proses persalinan. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri berat (56,3%) dan sangat berat (21,9%). Setelah komunikasi terapeutik, intensitas nyeri menurun secara signifikan dengan mayoritas responden mengalami nyeri sedang (65,6%) dan munculnya kategori nyeri ringan (3,1%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan. Komunikasi terapeutik terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri persalinan secara signifikan.
Knowledge and behavior of vulva hygiene  correlation on the incident of flour albus (whirt) in ma attarbiyah lauwa 2023 Tahier, Dwi Ghita; Yuliandini, Astri; Syamsiah, Syamsiah
Innovative Approaches in Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Innovative Approaches in Health Science Journal
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64871/mqgb4t73

Abstract

ABSTRACT Vaginal discharge is one of the reproductive health problems experienced by women throughout the world. The occurrence of vaginal discharge is caused by various factors, one of which is a lack of knowledge and behavioral patterns regarding personal hygiene. 61% of vaginal discharge cases were experienced by women aged 14-21 years and 39% of those aged 23-45 years. Objective: This study aims to determine the influence of vulva hygiene knowledge and behavior on the incidence of flour albus at MA Attarbiyah Lauwa in 2023. Research method: Quantitative type of research with an Analytic Correlational research design with a cross sectional method. This research was conducted at MA Attarbiyah Lauwa in 2023 using a total sampling technique with 49 people as the population. Data collection was carried out by filling out questionnaires directly by female students who were respondents. Data collection was carried out by the researcher himself, when filling out the questionnaire by the female students, he was guided directly by providing an explanation of each questionnaire question by the researcher, so that it was hoped that more objective answers would be obtained which would then be processed and analyzed using chi-square. Research Results: There is a relationship between knowledge and the incidence of vaginal discharge (p value = 0.001), there is a relationship between Vulva Hygiene Behavior and the incidence of vaginal discharge (p value = 0.002). The conclusion of this research is that knowledge and behavior of vulva hygiene are related to the incidence of vaginal discharge at MA Attarbiyah Lauwa in 2023.
The Marmet Technique as an Effort to Improve Breast Milk Production in Postpartum Mothers Yuliandini, Astri; Ghita, Dwi; Azis, Reskiawati; Ani, Ani
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1678

Abstract

The Marmet technique, which combines breast expression and massage, is designed to stimulate the breast milk ejection reflex. This method is believed to enhance the smooth flow of breast milk in postpartum mothers, but requires scientific validation. This study aimed to examine the effect of the Marmet technique on breastfeeding smoothness among postpartum mothers in the working area of the Watunohu Health Center, North Kolaka Regency. A quasi-experimental design with a two-group post-test only approach was employed. The study involved 32 postpartum mothers, divided into an intervention group (n=16) and a control group (n=16) through purposive sampling. The intervention group received the Marmet technique according to standard operating procedures (SOP), while the control group did not receive any treatment. Breastfeeding smoothness was assessed using a questionnaire covering eight indicators. Data were analyzed with the Mann-Whitney test, with a significance level set at p 0.05. On the fourth day postpartum, exclusive breastfeeding smoothness was achieved in 62.5% of mothers in the intervention group compared to only 18.8% in the control group. The Mann-Whitney test yielded a p-value of 0.017 (0.05), indicating a statistically significant effect of the Marmet technique. These findings demonstrate that the Marmet technique results in a significant increase in exclusive breastfeeding rates among postpartum mothers. It is recommended that healthcare providers in maternal and child health services adopt this technique as part of routine interventions to promote successful breastfeeding.
Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Keputusan Ibu Untuk Bersalin Dibantu Dukun Di Puskesmas Suntamon Dekai Yahukimo B.P, Delfiani; Yuliandini, Astri; Muliyana, Muliyana; Suhartini, Suhartini
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1764

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh keputusan ibu yang lebih memilih bersalin dengan bantuan dukun dibandingkan tenaga kesehatan. Hal ini berkaitan erat dengan faktor sosial budaya yang masih kuat, khususnya di wilayah terpencil seperti Puskesmas Suntamon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial budaya terhadap keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun di wilayah kerja Puskesmas Suntamon Dekai, Kabupaten Yahukimo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden dengan faktor sosial budaya tinggi, sebanyak 19 responden (76,0%) memilih bersalin dengan bantuan dukun, sedangkan hanya 6 responden (24,0%) yang tidak. Sebaliknya, dari 20 responden dengan faktor sosial budaya rendah, hanya 1 responden (5,0%) yang bersalin dengan dukun, sementara 19 responden (95,0%) tidak. Uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor sosial budaya dengan keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun.Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial budaya memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan keputusan ibu memilih penolong persalinan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi, pendekatan berbasis budaya, serta membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat dan dukun tradisional agar dapat menekan angka persalinan non-medis dan meningkatkan keselamatan ibu serta bayi.
Edukasi Kesehatan Pra-Konsepsi untuk Mempersiapkan Kehamilan Sehat pada Pasangan Usia Subur AM, Besse Aismaria; Eppang, Yudiarsi; Yuliandini, Astri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3429

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan pasangan usia subur (PUS) dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat melalui edukasi kesehatan pra-konsepsi. Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan angka kematian ibu serta bayi. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, dan diskusi yang melibatkan 26 peserta di Desa Lamata, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 85%, di mana sebagian besar peserta berpindah dari kategori sedang–rendah ke kategori tinggi. Selain peningkatan pemahaman, peserta juga menunjukkan antusiasme untuk melakukan pemeriksaan pra-konsepsi di fasilitas kesehatan terdekat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperluas wawasan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persiapan kesehatan sebelum kehamilan serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.
Relationship between Father Involvement in Parenting and Adolescent Mental Health Rajab, M. Alfian; Toban, Rindani Claurita; Yuliandini, Astri; Ramadani, Nadia Frisilia
Genius Journal Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i1.900

Abstract

Introduction: Adolescence is a critical developmental stage that is vulnerable to mental health problems. Globally, about 14% of adolescents experience mental health issues, and in Indonesia, the prevalence reaches 34.9%. A study in Makassar City also revealed that 47.9% of adolescents aged 15–18 years suffer from mental health problems. Family factors, particularly father involvement in parenting, play an important role in maintaining adolescent mental health. Objective: To analyze the relationship between father involvement in parenting and adolescent mental health. Method: This quantitative study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 78 tenth-grade students at SMA Negeri 3 Makassar. Data were collected using questionnaires on father involvement and adolescent mental health, and analyzed using the Chi-square test. Result: Most respondents were female (65.4%) and aged 15 years (61.5%). Adolescent mental health levels were categorized as very good (26.9%), good (59%), and poor (14.1%). Father involvement was mostly at the moderate level (70.5%), followed by high (17.9%) and low (11.5%). The Chi-square test showed a p-value of 0.000, indicating a significant relationship between father involvement in parenting and adolescent mental health. Conclusion: Father involvement in parenting has a significant impact on adolescent mental health. Higher father involvement is associated with better adolescent mental well-being. Strengthening the role of fathers, both emotionally and physically, is essential to support adolescents’ psychological well-being.