Penurunan fungsi kognitif merupakan penyebab utama ketidakmampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengingat tanggal, tahun, nama seseorang, dan memahami informasi dari orang di sekitarnya. Salah satu cara mengatasinya dengan senam otak yang terdiri dari 11 gerakan yang membantu menjaga fungsi kognitif lansia dengan meningkatkan koordinasi, menjernihkan pikiran, mengurangi kelelahan mental, dan mendorong pemikiran logis serta positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan kesehatan kognitif pada lansia Di LKS – LU Beringin Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one grup pre-test dan post-test design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 31 sampel dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini di hitung menggunakan rumus slovin 10%. Instrumen penelitian berupa lembar observasi MMSE untuk melihat nilai fungsi kognitif normal, ringan dan berat pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan 18 responden (58,1%) fungsi kognitif normal, 10 responden (32,3%) gangguan fungsi kognitif ringan, dan 3 responden (9,7%) gangguan fungsi kognitif berat. Analisis data digunakan uji wilcoxon diketahui nilai p-value = 0,000<0,05, sehingga disimpulkan H1 diterima artinya ada pengaruh senam otak terhadap peningkatan kesehatan kognitif pada lansia di LKS – LU Beringin Kabupaten Gorontalo.
Copyrights © 2025