Studi ini mengeksplorasi penggunaan graphic medicine, khususnya komik, untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait kesehatan reproduksi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komik, dengan kombinasi elemen visual dan narasi, secara efektif mengomunikasikan topik kesehatan yang kompleks dengan cara yang sensitif terhadap budaya dan menarik. Menggunakan metode analisis konten kualitatif, penelitian ini mengkaji konten Instagram dari Taulebih, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada edukasi kesehatan seksual dan reproduksi. Data dikumpulkan melalui tangkapan layar komik dan dilengkapi dengan literatur yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan efektivitas komik dalam menyederhanakan informasi medis yang kompleks, membangun koneksi emosional melalui karakter yang relatable, serta menggunakan bahasa dan visual yang sesuai dengan budaya. Elemen-elemen ini secara efektif mengangkat topik kesehatan yang sensitif, seperti endometriosis dan HIV/AIDS, dengan menantang kesalahpahaman serta mendorong edukasi kesehatan sejak dini.Komik tidak hanya meningkatkan pemahaman pesan, tetapi juga mendorong perilaku kesehatan yang proaktif, termasuk berkonsultasi dengan tenaga medis dan menormalkan diskusi tentang kesehatan reproduksi.Studi ini menekankan potensi graphic medicine dalam merevolusi pendidikan kesehatan, terutama bagi audiens muda dan individu dengan literasi kesehatan yang rendah, dengan menggabungkan aksesibilitas, keterkaitan, dan relevansi budaya. This study explores the use of graphic medicine, specifically comics, to enhance adolescents' health literacy regarding reproductive health in Indonesia. The research aims to analyze how comics, with their combination of visual elements and narrative, effectively communicate complex health topics in a culturally sensitive and engaging manner. Using qualitative content analysis, the study examined Instagram content from Taulebih, a non-profit organization focused on sexual and reproductive health education. Data were collected through screenshots of comics and supplemented with relevant literature. The findings demonstrate the effectiveness of comics in simplifying complex medical information, fostering emotional connections through relatable characters, and using culturally appropriate language and visuals. These elements effectively address sensitive health topics, such as endometriosis and HIV/AIDS, by challenging misconceptions and promoting early health education. Comics not only improve message comprehension but also encourage proactive health behaviors, including consulting medical professionals and normalizing discussions on reproductive health. This study underscores the potential of graphic medicine to revolutionize health education, particularly among young audiences and those with lower health literacy, by combining accessibility, relatability, and cultural relevance.
Copyrights © 2025