Pada fase usia lima belas hingga enam belas tahun merupakan periode transisi yang krusial, di mana individu mengalami perubahan fisik, kognitif, dan emosional yang signifikan. Perubahan-perubahan ini seringkali memicu berbagai tantangan psikologis seperti pencarian identitas, tekanan sebaya, dan ketidakstabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam dampak lingkungan teman sebaya terhadap keputusan gaya hidup remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami makna dari pengalaman remaja dalam membentuk gaya hidupnya melalui interaksi dengan teman sebaya. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas IX di Surabaya yang berusia 15–16 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh signifikan terhadap gaya hidup remaja, terutama dalam hal pemilihan pakaian, aktivitas sosial, hingga kebiasaan konsumtif. Remaja cenderung menyesuaikan diri dengan tren yang berlaku di lingkungannya agar diterima dan tidak merasa berbeda. Namun, keluarga tetap memegang peran penting dalam membentuk nilai dan memberikan arahan yang positif. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari keluarga dan sekolah menjadi penting dalam membantu remaja membentuk gaya hidup yang sehat dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025