Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami unsur-unsurĀ yang terkandung dalam tradisi ringit masyarakat Pasemah di wilayah Padang Guci, Bengkulu. Tradisi ringit merupakan salah satu bentuk seni tutur yang memiliki nilai budaya, sosial, dan estetika tinggi, sering ditampilkan dalam upacara adat dan kegiatan masyarakat lainnya. Dalam kajian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan tokoh adat dan pelaku ringit, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dalam tradisi ringit mengandung tiga aspek utama, yaitu etos (kredibilitas penutur), patos (kemampuan menggugah emosi pendengar), dan logos (logika atau susunan argumentasi). Selain itu, penggunaan bahasa metaforis, gaya bahasa khas daerah, serta irama dan intonasi turut memperkuat daya persuasi tradisi ringit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ringit bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang efektif dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Pasemah.
Copyrights © 2025