Pandemi Covid-19 mendorong dominasi WhatsApp sebagai media pembelajaran daring di SDN 1 Picungremuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun, penggunaan WhatsApp oleh tenaga pengajar untuk penyampaian dan pengumpulan tugas dinilai kurang efektif dalam memaksimalkan interaksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran terpadu berbasis media sosial (poster, video, dan podcast) melalui pendekatan lesson study untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring. Pengembangan media mengadopsi model Research and Development (RD) ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis kebutuhan, desain konseptual, pengembangan produk, implementasi terbatas, dan evaluasi. Kelayakan media dinilai berdasarkan tiga aspek: (1) validitas melalui penilaian ahli materi dan media, (2) praktikalitas melalui umpan balik praktisi (guru), dan (3) efektivitas melalui respons siswa sebagai subjek uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media terpadu yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan skor validasi ahli di atas 85% (kategori "sangat layak"), tingkat kepraktisan 82% (kategori "praktis"), dan efektivitas 80% berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa. Integrasi multimedia berbasis sosial media melalui lesson study terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif. Temuan ini merekomendasikan perlunya diversifikasi platform digital dalam pembelajaran daring untuk mengatasi keterbatasan penggunaan aplikasi tunggal seperti WhatsApp.
Copyrights © 2022