Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individual dengan menggunakan pendekatan Person Centered Therapy dalam meningkatkan etika komunikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan etika komunikasi, seperti berbicara tanpa sopan santun, tidak menghargai pendapat orang lain, serta kesulitan mengendalikan emosi saat berinteraksi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga sesi layanan konseling individual. Pendekatan Person Centered Therapy, yang dikembangkan oleh Carl Rogers, digunakan untuk menciptakan hubungan konseling yang empatik, kongruen, dan menerima tanpa syarat. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, catatan konseling, dan angket etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam perilaku komunikasi siswa setelah mengikuti layanan konseling individual. Pada siklus I, siswa mulai menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya komunikasi yang sopan, meskipun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan. Pada siklus II, melalui simulasi dan latihan komunikasi yang lebih intensif, siswa menunjukkan pola komunikasi yang lebih santun, terstruktur, dan empatik, baik dalam interaksi formal maupun informal. Dengan demikian, layanan konseling individual berbasis Person Centered Therapy terbukti efektif dalam membentuk sikap komunikasi etis siswa dan dapat dijadikan sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan karakter sosial siswa di sekolah.
Copyrights © 2025