Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam esensi pendidikan karakter pada anak usia dini, tidak sekadar sebagai kurikulum formal, melainkan sebagai sebuah panggilan kemanusiaan untuk menumbuhkan tunas-tunas peradaban yang berakhlak mulia. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif, kami berupaya memahami bagaimana prinsip-prinsip keteladanan, konsistensi, pengalaman langsung, pembiasaan, komunikasi efektif, lingkungan suportif, penguatan positif, dan kesesuaian perkembangan bersinergi dalam membentuk fondasi karakter anak. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pendidikan karakter diyakini sebagai proses membentuk hati nurani dan empati, menjadikan anak individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kaya akan nilai-nilai luhur dan kasih sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada kehadiran penuh dan ketulusan dari setiap agen pendidikan, baik orang tua maupun guru, dalam menciptakan ruang yang aman dan penuh penerimaan. Diharapkan, kajian ini dapat menjadi refleksi dan inspirasi bagi praktisi pendidikan serta keluarga untuk senantiasa menempatkan martabat dan kemanusiaan anak sebagai pijakan utama dalam setiap upaya pembentukan karakter.
Copyrights © 2025