Masalah rasa malas belajar merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), yang dapat menghambat pencapaian prestasi akademik dan perkembangan kepribadian siswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan klasikal sebagai strategi untuk mengatasi rasa malas belajar pada siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal yang dilaksanakan secara sistematis, partisipatif, dan komunikatif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Materi layanan yang mencakup manajemen waktu, pengenalan diri, serta teknik belajar efektif disampaikan melalui metode diskusi, refleksi, dan simulasi. Layanan ini didasarkan pada teori hierarki kebutuhan Maslow, pendekatan humanistik Carl Rogers, dan konseling rasional emotif dari Corey. Secara umum, layanan bimbingan klasikal terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi hambatan belajar dan membentuk sikap belajar yang mandiri dan bertanggung jawab. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan program bimbingan klasikal sebagai bagian integral dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah.
Copyrights © 2025