Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat power otot tungkai terhadap kemampuan shooting pemain sepak bola di Sekolah Olahraga Barito Putera Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif survei. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 pemain sepak bola kelompok C usia 13-16 tahun pada sekolah Barito Putera. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes standing broad jump untuk mengukur power otot tungkai dan tes menendang bola ke sasaran atau shooting untuk mengukur kemampuan shooting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemain (65%) berada dalam kategori "Buruk" dan "Sangat Buruk" dalam tes standing broad jump, dengan hanya 5% pemain yang masuk kategori "Baik". Dalam tes kemampuan shooting, 45% pemain berada dalam kategori "Sedang" dan 35% dalam kategori "Kurang", dengan hanya 10% yang mencapai kategori "Sangat Baik". Analisis statistik menunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar 0.084 dengan signifikansi 0.726, yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara power otot tungkai dan kemampuan shooting. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti teknik menendang, koordinasi, dan pengalaman bermain lebih dominan dalam menentukan efektivitas shooting. Oleh karena itu, pelatih dan pemain harus lebih fokus pada pengembangan teknik dan strategi shooting, selain meningkatkan kekuatan fisik.
Copyrights © 2025