Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Peran Pemayun dalam Strategi Komunikasi Budaya pada Perkawinan Adat Bali di Kabupaten Lombok Barat yang diterapkan oleh pemayun dalam konteks upacara perkawinan adat Bali di Kabupaten Lombok Barat. Pemayun merupakan tokoh adat yang memiliki posisi sentral dalam prosesi pernikahan sebagai juru bicara dan penengah antara dua keluarga besar. Perannya tidak sekadar menyampaikan pesan adat, melainkan juga mengelola dinamika komunikasi agar tetap sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali yang menjunjung tinggi keharmonisan, kesopanan, dan rasa saling menghormati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap prosesi upacara serta tokoh-tokoh adat yang terlibat secara langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemayun menerapkan strategi komunikasi interpersonal yang didasarkan pada nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal, seperti empati, tata krama, dan pengendalian diri. Strategi tersebut meliputi pengelolaan pesan-pesan sensitif secara hati-hati, komunikasi dua arah yang terbuka, pendekatan persuasif yang personal, serta kemampuan memediasi konflik dengan cara yang halus dan penuh wibawa. Selain itu, pemayun juga menunjukkan keterampilan manajerial dalam mengatur waktu, suasana, dan dinamika sosial selama prosesi berlangsung. Di tengah arus modernisasi dan pergeseran nilai dalam masyarakat, peran pemayun tetap relevan karena mampu menyesuaikan diri tanpa mengabaikan substansi adat. Dengan demikian, strategi komunikasi yang digunakan tidak hanya menjamin kelancaran prosesi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, penguatan identitas kolektif, serta penjaga keberlangsungan nilai-nilai adat Bali di Lombok Barat.
Copyrights © 2025