Pandemi COVID-19 membawa dampak yang kompleks terhadap kondisi psikologis mahasiswa, memunculkan kebutuhan akan daya lenting mental yang kuat dalam menghadapi masa pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kedewasaan religius dan ketahanan mental mahasiswa sebagai respons terhadap tantangan adaptasi pascapandemi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional, data diperoleh dari 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala kedewasaan religius dan skala ketahanan mental yang telah tervalidasi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kedewasaan religius dan ketahanan mental (r = 0,67; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang tinggi cenderung lebih mampu menghadapi tekanan psikologis dan menunjukkan resiliensi yang kuat. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai religius dalam pembinaan karakter mahasiswa menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan mental mereka
Copyrights © 2025