Pembelajaran bahasa di PAUD masih menghadapi tantangan, seperti metode yang monoton dan kurangnya media yang menarik, sehingga membatasi partisipasi aktif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi linguistik terapan berbasis bermain dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi di RA Ismaria Al-Qur’aniyyah. Hasil menunjukkan bahwa permainan visual dan storytelling mendorong partisipasi, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kepercayaan diri anak. Anak yang awalnya pasif menjadi aktif setelah guru menerapkan strategi seperti pertanyaan terbuka, motivasi personal, reward sederhana, dan giliran bicara. Permainan visual efektif mengenalkan topik baru, sedangkan storytelling lebih bermakna saat dikaitkan dengan pengalaman konkret. Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menerapkan strategi berdiferensiasi sesuai karakteristik dan kebutuhan individu anak Penelitian menyimpulkan bahwa strategi bermain ini efektif dalam mengembangkan bahasa reseptif dan ekspresif anak, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna, fleksibel, dan partisipatif. Keterbatasan media masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui inovasi yang kontekstual.
Copyrights © 2025