ABSTRACT Pine is one of wood species that widely used as raw material for furniture making. Pine is easy to obtain, easy to work with, and has distinctive colors and patterns. However, pine is susceptible to being attacked by contaminating fungi (blue stain) on its surface. Blue stain attack wood surface is a problem that must be solved due to its effect on wood appearance. The idea to restrain this problem is bleaching process. Bleaching process carried out in this study used 25% sodium hypochlorite which was dissolved in water in a ratio of 1:2 (w/w). The bleaching process carried out has a significant effect on moisture content (MC) of pine wood, but does not have a significant effect on its density. The MC value of pine wood after bleaching tends to increase compared to the untreated wood. The color change of pine wood after bleaching is indicated by the ΔE value (3.0 < ΔE < 6.0) which is classified as a moderate effect. The color of the control pine wood was originally slightly desaturated orange and after bleaching it became slightly desaturated orange Keywords: bleaching, color change, finishing, furniture, pine. ABSTRAK Pinus merupakan salah satu jenis kayu yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Hal ini karena Pinus mudah mudah didapatkan, mudah dikerjakan, dan memiliki warna dan corak yang khas. Namun, Pinus rentan terserang jamur pengotor (blue stain) pada permukaannya. Serangan blue stain pada permukaan kayu merupakan permasalahan yang harus diatasi karena adanya seranagn blue stain dapat mempengaruhi penampilan kayu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan proses bleaching. Proses bleaching yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan sodium hipoklorit 25% yang dilarutkan menggunakan air dengan perbandingan 1:2 (b/b). Proses bleaching yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap kadar air (KA) kayu pinus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatannya. Nilai KA kayu pinus setelah bleaching cenderung meningkat dibanding kontrolnya. Perubahan warna kayu Pinus setelah bleaching ditunjukkan dengan nilai ΔE (3,0 < ΔE < 6,0) yang tergolong pengaruhnya sedang. Warna pada kayu pinus control semula berwarna slightly desaturated orange dan setelah bleaching menjadi slightly desaturated orange. Kata kunci: bleaching, finishing, furnitur, perubahan warna, pinus.
Copyrights © 2025