Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan prophetic parenting dapat mencegah krisis identitas pada remaja di era hiperrealitas, serta bagaimana strategi-strategi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (studi pustaka) sehingga datanya bersumber dari buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan tentang prophetic parenting, krisis identitas remaja, dan fenomena hiperrealitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa prophetic parenting, yang didasarkan pada teladan Nabi Muhammad ﷺ, dapat memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengenali jati diri mereka, mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal, dan membangun kepercayaan diri melalui penerimaan diri yang tulus. Prinsip-prinsip seperti self-acceptance, kata-kata afirmasi, dan internalisasi akhlak dapat menjadi strategi dalam membentuk identitas diri yang sehat dan otentik di fase krisis identitas di era digital yang penuh dengan tantangan berupa ilusi seta hal-hal yang tidak realistis.
Copyrights © 2025