Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak usia 5–6 tahun melalui metode bermain puzzle di RA Baiti Jannati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah anak yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif dan tidak menyentuh aspek kognitif secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle secara sistematis dan berulang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan secara mandiri. Pada siklus I, hanya 4 anak yang mampu menyusun puzzle secara utuh, sementara pada siklus II meningkat menjadi 11 anak. Anak-anak menjadi lebih aktif, berpikir kritis, dan kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bermain puzzle efektif dalam menstimulasi kemampuan berpikir analitis dan sistematis anak usia dini. Dengan demikian, puzzle dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif dalam mengembangkan aspek kognitif khususnya keterampilan pemecahan masalah anak.
Copyrights © 2025