Proses pengelasan pengerjaannya tidak terlepas dari bahaya ergonomi. Pada saat observasi, ditemukan pekerja dengan postur tidak ergonomis, diantaranya yaitu saat mengelas material posisi tubuh pekerja membungkuk disertai leher menekuk ke bawah, dan terdapat pekerja dengan posisi jongkok selama bekerja, dan dampak pekerja pada pengelasan ini dapat menimbulkan Carpal tunnel syndrome atau disebut mati rasa dan kesemutan di tangan dan lengan yang disebabkan oleh syaraf terjepit di pergelangan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Postur Pekerja pada Pekerjaan Pengelasan dalam Keluhan Musculoskeletal Disorders di CV Daya Guna Mandiri Balikpapan dan untuk mengetahui tingkat risiko postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan mengetahui tingkat keluhan musculoskeletal Disorders menggunakan mengunakan penilaian Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pekerja potur tidak ergonomis dengan menggunakan REBA didapatkan bahwa 1 informan dengan tingkat risiko sangat tinggi, 1 informan dengan tingkat risiko tinggi, dan 3 informan dengan tingkat risiko sedang, dan menunjukkan mengalami keluhan pada sistem musculoskeletal dari NBM didapatkan hasil bahwa 1 informan dengan tingkat keluhan sangat tinggi, 3 informan tinggi, dan 1 informan sedang. Hal ini dapat meninbulkan keluhan sakit pada otot dan nyeri, dan perlu menyediakan meja kerja yang sesuai dengan pekerjaan pengelasan yang dilakukan dibawah, agar material yang dikerjakan dapat sejajar dengan tubuh pekerja sehingga pekerja tidak perlu membungkuk saat mengelas dan juga menyediakan kursi kecil yang sesuai dan nyaman diduduki oleh pekerja.
Copyrights © 2025