Pekerjaan garmen menjadi lahan bidang penelitian ini memiliki beberapa kegiatan diantaranya bagian cutting (mengangkat kain, memotong kain, membuat pola), bagian produksi (menjahit), dan finishing (setrika uap dan membungkus). Dengan pembagian tugas 5 orang di bagian cutting, 30 orang bagian produksi dan bagian 13 orang bagian finishing. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk mengetahui kondisi keluhan yang dirasakan pada anggota tubuh pekerja. Berdasarkan wawancara dengan pekerja garmen diketahui adanya keluhan rasa nyeri dibagian punggung, pinggang dan kaki, hal ini dapat mengganggu aktifitas pekerja. Kegiatan ini pendekatan edukasi yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik fisioterapi dalam Kegiatan kepada Masyarakat (PkM), dengan teknik penelitian observasi secara langsung proses bekerja garmen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat aktivitas pekerja, selanjutnya dilakukan penentuan sudut dari posisi bagian tubuh pekerja tersebut. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode REBA (Rapid Entire Body Assesment) dan NBM (Nordic Body Map). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada proses cutting pada garmen disimpulkan bahwa berdasarkan hasil NBM terhadap proses pekerja garmen diantaranya bidang cutting, bidang produksi dan bagian finishing. Di dapat pekerja bagian cutting sering mengalami keluhan musculoskeletal disorder dengan score 58. Score Reba pada proses bagian cutting diperoleh angka 7 yang berarti berisiko tinggi mengalami cedera / gangguan otot dan harus segera diterapkan perubahan untuk perbaikan. didapatkan skor reba sebesar 7 , yang memiliki level risiko sedang. Dengan memiliki level tindakan di angka 2 dari 0-4 yang artinya perlu tindakan tersebut perlu secepatnya dievaluasi lebih lanjut
Copyrights © 2025