Penelitian ini menganalisis dinamika partisipasi mahasiswa semester II Prodi PPKn FKIP Universitas Cenderawasih dalam diskusi kelas melalui pendekatan kualitatif studi kasus, dengan fokus pada faktor sosio-kultural, infrastruktur, dan pedagogis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam 8 pertemuan, wawancara semi-terstruktur kepada 15 mahasiswa dan 2 dosen, serta analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa cenderung pasif, dengan 70% hanya merespons ketika diminta dosen, didominasi oleh hierarki kultural yang menghambat keberanian berpendapat (80% mahasiswa enggan menyanggah dosen) dan disparitas infrastruktur digital yang memengaruhi 60% mahasiswa pedalaman. Diskusi topik sensitif seperti otonomi daerah juga memicu keengganan akibat norma budaya kolektivisme. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode partisipatif berbasis kearifan lokal (menggala), pemerataan akses teknologi, dan pelatihan dosen dalam pengelolaan diskusi inklusif. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi PPKn yang responsif terhadap konteks Papua.
Copyrights © 2024