Pertanian ubi jalar di Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Namun, tantangan seperti fluktuasi produksi, kerusakan dan penyusutan lahan, serta dampak perubahan lingkungan dan praktik pertanian konvensional mengancam kelangsungan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis status perburuan pertanian di ubi jalar. 2) Menjelaskan strategi pengembangan pertanian ubi jalar berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan survei kepada 100 responden petani dan wawancara mendalam dengan 17 orang pakar terkait. Teknik analisis data meliputi Analisis Keberlanjutan Multiaspek (MSA) untuk menilai status permintaan dan mengidentifikasi faktor-faktor sensitif yang mempengaruhi setiap dimensi permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keinginan pertanian ubi jalar di Kabupaten Kuningan berada pada kategori "Berkelanjutan" dengan nilai status keinginan (77,53). Nilai status keinginan pada masing-masing dimensi menunjukkan bahwa dimensi tata kelola dan tata kelola memiliki skor tertinggi (86,83%) pada kategori “Sangat Berkelanjutan”, sedangkan dimensi ekologi (78,19%), ekonomi (68,73%), dan sosial (76,38%) berada pada kategori “Berkelanjutan”. Analisis skenario mengidentifikasi skenario 1 (Sedang) sebagai pilihan optimal untuk dimensi tata kelola, ekonomi, dan sosial, dengan fokus pada perbaikan pada dua indikator pendorong pada masing-masing dimensi, sedangkan skenario 2 (Optimis) lebih tepat untuk dimensi ekologi, karena memiliki potensi untuk meningkatkan status keinginan melalui perbaikan pada empat indikator pendorong. Pendekatan ini diproyeksikan mampu mempertahankan dan meningkatkan status usahatani ubi jalar di masa mendatang.
Copyrights © 2025