Artikel ini membahas dinamika pendidikan Islam di kawasan Afrika Utara dalam menghadapi tantangan kontemporer, seperti kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, modernisasi kurikulum, serta ketimpangan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hambatan struktural dan sosial-budaya yang memengaruhi partisipasi pendidikan, khususnya bagi anak perempuan, serta mengevaluasi kebijakan yang diterapkan di beberapa negara, seperti Maroko dan Aljazair. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis tematik terhadap berbagai dokumen, laporan internasional, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor geografis, ekonomi, dan praktik sosial seperti perkawinan anak menjadi kendala utama dalam meningkatkan akses pendidikan. Di sisi lain, konflik politik berkepanjangan di Libya dan Tunisia turut memperburuk infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil. Meskipun terdapat berbagai inisiatif pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan pemerataan pendidikan, tantangan sistemik masih perlu diatasi. Kajian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang mencakup pembangunan infrastruktur, reformasi kurikulum yang kontekstual, serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat sebagai strategi utama dalam meningkatkan keberlanjutan pendidikan Islam di kawasan tersebut. Implikasi dari hasil penelitian ini penting bagi perumusan kebijakan pendidikan Islam yang adaptif terhadap tuntutan modernisasi dan globalisasi, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial.
Copyrights © 2025