Remaja dengan Gangguan Mental Emosional memerlukan dukungan dan kemampuan perawatan dari keluarga. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat remaja dengan gangguan mental emosional (GME) melalui 3 sesi yaitu pengkajian masalah, perawatan remaja klien dengan gangguan jiwa dan manajemen stress keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh dari terapi psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat remaja dengan gangguan mental emosional. Desain penelitian ini menggunakan metode pra experimental-one group pretest postest desain. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 45 keluarga remaja yang mengalami gangguan mental emosional di SMK Negeri 1 Kubu Karangasem Bali dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kusioner sebelum dan setelah dilakukan psikoeduasi keluarga,setelah itu ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seluruh responden tidak memiliki kemampuan merawat sebelum dilakukan psikoedukasi keluarga sebanyak 30 orang (100%) sedangkan setelah dilakukan psikoedukasi keluarga responden mampu merawat remaja sebanyak 30 orang (100%) dan ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat remaja dengan masalah gangguan mental emosional dengan nilai p=0,000 (p < 0,05). Diharapkan dengan psikoedukasi keluarga yang sudah diberikan keluarga memiliki kemampuan dalam merawat remaja
Copyrights © 2025