Nematoda masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dengan prevalensi nematoda yang masih tinggi yaitu sebesar 45-65%. Di daerah tertentu yang sanitasinya buruk, prevalensi nematoda bisa mencapai 80%. Infeksi STH (Soil Transmitted Helminths) menyebar melalui telur yang dikeluarkan dari kotoran individu yang terjangkit. Tanah berfungsi sebagai salah satu media penularan infeksi cacing, karena lapisan permukaan tanah menjadi habitat bagi telur cacing yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kotoran dari individu yang terinfeksi cacing merupakan sumber utama untuk pencemaran tanah. Pengetahuan seorang ibu merupakan salah satu faktor yang memiliki dampak signifikan terhadap pencemaran tanah di halaman rumah yang disebabkan oleh telur cacing STH. Studi ini memiliki karakteristik deskriptif dengan desain penelitian berbasis potongan lintang. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2023 di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, serta analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan D III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Aceh. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemahaman ibu mengenai cacingan terkait dengan kontaminasi tanah di halaman rumah oleh telur cacing STH (Soil Transmitted Helminths) adalah sebagai berikut: sebanyak 12 orang (24%) memiliki pengetahuan yang baik, 24 orang (48%) memiliki pengetahuan yang kurang baik, dan 14 orang (24%) memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil analisis tanah di pekarangan rumah responden menunjukkan bahwa tingkat pencemaran telur cacing STH mencapai 26%. Tanah di halaman rumah responden menunjukkan tingkat kontaminasi tertinggi oleh telur cacing Ascaris lumbricoides, mencapai angka 84,6%.
Copyrights © 2025