Kondisi hujan ekstrem di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat pengaruh kondisi labilitas atmosfer. Penelitian ini menggambarkan dinamika parameter mikrofisis yang berpengaruh dalam labilitas atmosfer ketika hujan es terjadi. Data yang digunakan yaitu data observasi radiosonde, reanalisis ERA5 ECMWF, dan Satelit Himawari-9. Kondisi hujan es di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 4 November 2024 disebabkan oleh pertumbuhan awal Cumulonimbus (CB). Fase pembentukan, matang dan luruh berturut turut yaitu pukul 05.00 UTC, 06.10 UTC, dan 07.30 UTC. Citra kanal visibel menggambarkan bentuk awan, metode RGB menggambarkan kondisi lapisan dingin, dan citra IR menggambarkan suhu terendah yang diamati pada hujan es ini yaitu -80oC. Parameter mikrofisis vortisitas, vertical velocity, dan divergensi menunjukkan pola labil pada pukul 05.00 UTC. Nilai labilitas atmosfer pada wilayah Sidoarjo ketika pukul 00.00 UTC menunjukkan potensi adanya konveksi dengan didukung oleh kondisi yang ideal. Beberapa indeks menyatakan potensi terjadinya konveksi dan beberapa menunjukkan bahwa konveksi yang terjadi perlu dipicu oleh variabel atmosfer yang menguatkan
Copyrights © 2025