This study aims to identify the understanding of students of the Language and Literature Study Program in analyzing the psychological aspects of characters and to reveal their expectations as readers towards the psychological conflict depicted in the novel Trauma. The method used is descriptive qualitative with a reader-oriented literary reception approach. The techniques used to analyze the data include three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that some students have difficulty understanding character conflicts due to low reading interest and lack of analytical practice, while students with good reading habits are able to provide deep emotional responses. As many as 31 out of 50 students (63%) have the same understanding of the psychological analysis of characters in the novel Trauma, and 58.8% (29 students) show extensive reading experience so that they have good interpretive readiness. Meanwhile, the results of the horizon of expectations show that 58% of students stated that their expectations for the contents of the novel were fulfilled, especially related to the values of life in the story (69%), reading experience and interest (58%), and the ability to connect the meaning of fiction with reality (62%). These findings show that the majority of students are able to accept and respond to literary works critically and reflectively based on their experiences and knowledge. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman mahasiswa program studi bahasa dan sastra dalam menganalisis aspek psikologi tokoh serta mengungkap harapan mereka sebagai pembaca terhadap konflik psikologis yang digambarkan dalam novel Trauma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan resepsi sastra berorientasi pada pembaca. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mengalami kesulitan memahami konflik tokoh karena rendahnya minat baca dan kurangnya latihan analisis, sementara mahasiswa dengan kebiasaan membaca yang baik mampu memberikan tanggapan emosional yang mendalam. Sebanyak 31 dari 50 mahasiswa (63%) memiliki pemahaman yang sama terhadap analisis psikologi tokoh dalam novel Trauma, dan 58,8% (29 mahasiswa) menunjukkan pengalaman membaca yang luas sehingga memiliki kesiapan interpretatif yang baik. Sementara itu, hasil cakrawala harapan menunjukkan bahwa 58% mahasiswa menyatakan harapannya terhadap isi novel terpenuhi, terutama terkait dengan nilai-nilai kehidupan dalam cerita (69%), pengalaman dan minat membaca (58%), serta kemampuan menghubungkan makna fiksi dengan kenyataan (62%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mampu menerima dan menanggapi karya sastra secara kritis dan reflektif berdasarkan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki.
Copyrights © 2025