Transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarpulau di Indonesia. Namun, keterjangkauan harga tiket pesawat masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat, terutama di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam mengendalikan tarif angkutan udara serta kaitannya dengan kemampuan membayar (Ability to Pay) dan kemauan membayar (Willingness to Pay) masyarakat terhadap penggunaan transportasi udara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, didukung oleh data kuesioner yang disebarkan kepada 30 taruna/i Politeknik Penerbangan Indonesia Curug asal Bali yang rutin menggunakan rute Jakarta–Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami adanya kebijakan tarif batas atas dan bawah dari pemerintah. Namun, harga tiket pada periode tertentu masih dirasa mahal. Kemampuan dan kemauan membayar masyarakat berperan penting dalam keputusan menggunakan pesawat, meskipun efisiensi waktu tetap menjadikan transportasi udara sebagai pilihan utama. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan tarif yang lebih adaptif serta dukungan subsidi pada rute strategis guna meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan layanan penerbangan di Indonesia.
Copyrights © 2025