Penelitian ini mengkaji tingkat responsivitas pemerintah Desa Cibiru Wetan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan. Pengukuran responsivitas mengacu pada teori Lenvinne yang menyoroti pentingnya kemampuan penyedia layanan dalam merespon harapan, aspirasi, dan tuntutan warga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap masyarakat, pengurus Posyandu, anggota PKK, serta aparatur desa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah memperlihatkan responsivitas yang baik melalui penyediaan fasilitas kesehatan seperti Posyandu dan Posbindu di setiap RW, pelaksanaan program Kampung Lansia, serta pelibatan kelompok masyarakat dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi warga. Ketersediaan layanan kesehatan yang rutin, akses yang mudah, serta adanya forum komunikasi antara pemerintah dan masyarakat turut meningkatkan kepuasan dan kepercayaan publik. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan sarana-prasarana, serta pelatihan tenaga kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan di Desa Cibiru Wetan.
Copyrights © 2025