Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang pasif dan berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen tipe Nonequivalent Control Group. Subjek terdiri dari dua kelas IV: kelompok eksperimen yang diberi perlakuan Discovery Learning dan kelompok kontrol yang diajar secara konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t (independent samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kontrol, dengan selisih rata-rata sebesar 21,2 poin (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning efektif meningkatkan partisipasi aktif dan kemampuan berpikir analitis siswa. Model ini sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran kontekstual dan mandiri.
Copyrights © 2025