Penelitian ini menganalisis ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan yang diwakili oleh Jakarta dan wilayah pedesaan yang diwakili oleh Kabupaten Lebak dengan fokus pada fasilitas pendidikan, kualitas guru, dan proses pembelajaran. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2022-2024, penelitian ini menemukan kesenjangan yang signifikan dalam aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Jakarta menunjukkan keunggulan dalam rasio guru-murid dengan perbandingan satu guru untuk lima belas murid, kelengkapan fasilitas dengan sembilan puluh lima persen sekolah memiliki laboratorium, dan kualifikasi guru dengan sembilan puluh persen berkualifikasi sarjana atau magister. Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan yang lebih fokus pada pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan melalui peningkatan alokasi anggaran, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Copyrights © 2025