Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru berupa kurikulum merdeka. Namun tidak semua sekolah siap dengan penerapannya karena kesulitan dalam administrasi ataupun kompetensi pedagogik guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PAI di Sekolah Dasar Penggerak Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Terdapat empat hal esensial yang ditemukan dalam penelitian ini, yakni (1) guru PAI memahami kurikulum merdeka dan meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan cara aktif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pemerintah dan sekolah, aktif dalam komunitas belajar, dan mengoptimalkan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Perencanaan pembelajaran dibuat dalam modul ajar dan modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan terlebih dahulu melaksanakan asesmen non kognitif untuk mengetahui profil belajar siswa, (2) pembelajaran intrakulikuler PAI dilaksanakan secara terdiferensiasi di dalam kelas dengan mengutamakan kebutuhan belajar siswa, sedangkan pelaksanaan P5 berkolaborasi bersama guru-guru lain dengan tujuan utama menguatkan karakter siswa, (3) evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian siswa melalui asesmen formatif dan asesmen sumatif, (4) upaya guru PAI membentuk karakter siswa dilakukan melalui pembelajaran dalam kelas, proyek penguatan profil pelajar pancasila, pembiasaan budaya sekolah dan pendidikan karakter, dan ekstrakulikuler. Pembentukan karakter siswa SDN 196 Sukarasa mulai dirasakan dalam perbaikan ibadah dan akhlak namun terus membutuhkan proses.
Copyrights © 2024