Kenyataan pada diri manusia sebagai makhluk sosial harus disadari sebagai sebuah identitas yang melekat dalam diri manusia. Melalui kenyataan dan kesadaran ini, manusia dituntut untuk membangun persaudaraan “tanpa batas”. Bukan lagi melihat siapa manusia dalam batas kelompok tertentu, tetapi menyadari bahwa ia manusia yang memiliki hakekat yang sama di hadapan Pencipta. Persaudaran yang terbuka akan sekat-sekat dalam kehidupan manusia, memberi peluang berharga untuk terciptanya perdamaian. Karena persaudaraan tersebut, manusia diberi tanggungjawab untuk berjalan bersama dalam menciptakan perdamaian. Sinodalitas menjadi hal penting dalam diri manusia terlepas dari kesadaran akan identitas diri sebagai makhluk sosial. Inilah sebuah perubahan dari karakter diri manusia yang mementingkan diri sendiri menjadi manusia dalam hakikatnya sebagai makhluk sosial.
Copyrights © 2024