Artikel ini merupakan studi kepustakaan yang mendalami peran psikologi konseling dalam menangani berbagai masalah psikologis yang dihadapi siswa di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). Fokus utama adalah pada stres akademik, kecemasan sosial, dan penurunan kesejahteraan psikologis siswa yang semakin meningkat akibat tekanan belajar, hambatan sosial, serta pandemi COVID-19 yang berdampak negatif pada kebiasan hidup siswa yang kontraproduktif. Studi ini mengkaji teknik konseling seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), konseling realita, konseling individu, konseling kelompok, serta pemanfaatan teknologi daring dan model konselor sebaya. Analisis literatur menunjukkan bahwa intervensi psikologi konseling berpotensi efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan, serta meningkatkan motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis siswa. Keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh adaptasi budaya dan kondisi geografis lokal, terutama di wilayah yang berkembang pesat seperti Kepri. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan layanan konseling multiperspektif dan interdisipliner yang sensitif terhadap konteks lokal dan mengintegrasikan teknologi untuk memperluas akses layanan, serta meningkatkan kualitas layanan psikologis bagi siswa. Implikasi dari kajian ini sangat penting untuk pengembangan kebijakan pendidikan dan kesehatan mental di Indonesia, khususnya di Propinsi Riau dan Kepri.
Copyrights © 2025